Inovasi Menjaga Tradisi Kampung Kupang Balongdowo
Di
Sidoarjo ada satu kampung nelayan yang unik. Berbeda dari kampung nelayan
lainnya yang ada di Sidoarjo. Unik karena nelayan di kampung tersebut tidak
mencari ikan, melainkan mencari kupang. Kampung ini adalah Kampung Kupang Desa
Balongdowo di Kecamatan Candi.
Kampung Kupang Balongdowo memang telah
lama ada. Turun-temurun. Tetapi, kini muncul kekhawatiran karena putusnya
generasi penerus. Nelayan dan pengolah kupang kini lebih banyak diisi generasi
yang sudah sepuh. Sementara anak-anak mereka kini lebih tertarik memilih
bekerja di pabrik. Hal inilah yang mendasari pemilik usaha kupang krispy
berinovasi mengolah kupang sesuai selera pasar. Dikarenakan minat masyarakat
modern terhadap olahan kupang secara tradisional mulai turun, dibuatlah olahan
kupang menjadi kupang krispy dengan berbagai rasa yang gurih.
Kampung Kupang, di Desa Balongdowo,
Kecamatan Candi, Sidoarjo, adalah sebuah komunitas nelayan unik. Berbeda dengan
kampung nelayan lain, para nelayan di sini fokus mencari kupang, sejenis
moluska bivalvia kecil. Keberadaan Kampung Kupang menjadi bukti nyata kekayaan
laut yang dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupan mereka.
Kupang hasil
tangkapan diolah menjadi berbagai hidangan, seperti kupang
lontong,kerupuk,petis, dan bahkan cangkangnya untuk campuran makanan ternak.
Proses pengolahan kupang tradisional memakan waktu lama. Biasanya, kupang
direbus dari tengah malam hingga subuh (sekitar 5 jam). Kupang rebus kemudian
dijual kepada pembeli di pagi hari. Kupang bisa diolah menjadi beberapa
makanan. Seperti kupang lontong, makanan khas Kota Delta. Selain itu, kupang
juga bisa diolah menjadi kerupuk dan petis. Bahkan cangkangnya pun dapat diolah
untuk campuran makanan ternak. Biasanya, satu kapal berisi lima (5) orang
dengan kebutuhan solar 10 liter untuk pulang pergi. Para nelayan Desa
Balongdowo ini mencari kupang di sekitar perairan Desa Kepetingan Buduran,
mendekati perairan selat Madura. Sepanjang tahun, nyaris setiap hari tanpa
henti, mereka melaut. Sepulang dari melaut, berkarung-karung kupang bisa mereka
dapatkan. Hasil kupang yang diperoleh lalu mereka jual kepada tetangganya
sendiri untuk diolah. Para nelayan biasanya menjual kupang dengan takaran
timba. Satu timba kecil kupang rata-rata mereka jual seharga Rp 8
ribu. Umumnya, warga merebus kupang di tengah malam hingga subuh. Butuh
waktu sekitar lima jam. Biasanya para pembeli berdatangan di pagi hari.
Para nelayan
Balongdowo melaut ke perairan Desa Kepetingan Buduran, dekat Selat Madura,
dengan kapal kecil berawak 5 orang. Sekitar 10 liter solar dibutuhkan untuk
sekali pulang pergi. Ketekunan mereka terbayar dengan panen kupang berlimpah,
yang kemudian dijual kepada tetangga untuk diolah. Satu timba kecil kupang
dihargai sekitar Rp 8.000.
Namun, tradisi
pengolahan kupang di Balongdowo dihadapkan pada tantangan regenerasi. Semakin
banyak nelayan dan pengolah kupang yang berusia lanjut, sementara generasi muda
lebih tertarik bekerja di pabrik. Kekhawatiran akan putusnya tradisi ini
mendorong inovasi dalam pengolahan kupang. Salah satu pemilik usaha Kupang
Krispy yang di produksi oleh Kupang Jaya mengolah kupang menjadi kupang krispy
dengan berbagai rasa gurih dan kekinian. Inovasi ini bertujuan menarik minat
masyarakat modern yang mulai beralih dari olahan kupang tradisional. Kupang Krispy
Kupang Jaya dapat dibeli dengan menghubungi nomor 081234406821. Nomor
tersebut kemungkinan adalah milik produsen Kupang Krispy Kupang Jaya atau
distributor resmi mereka.
Inovasi kupang krispy hadir
sebagai solusi untuk menarik minat generasi muda dan menjaga tradisi pengolahan
kupang di Kampung Kupang. Kupang krispy merupakan camilan kekinian yang terbuat
dari kupang, diolah dengan tepung dan digoreng hingga renyah. Camilan ini
memiliki rasa gurih dan tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti original,
BBQ, balado, dan pedas-manis. Adapun Langkah – Langkah cara membuat kupang
krispy, yaitu :
- Cuci bersih
kupang dengan air mengalir. Pastikan semua kotoran dan pasir
hilang.
- Rebus kupang dengan
air dan daun jeruk selama 15 menit. Tiriskan dan biarkan dingin.
- Campurkan tepung terigu,
tepung maizena, bawang putih bubuk, garam, dan lada bubuk dalam
wadah. Aduk rata.
- Masukkan kupang yang
sudah dingin ke dalam campuran tepung. Aduk hingga kupang terlapisi
tepung secara merata.
- Ayak kupang agar
tepung yang berlebihan tidak lengket.
- Panaskan minyak
goreng dalam wajan dengan api sedang.
- Goreng kupang hingga
berwarna kuning keemasan dan renyah. Angkat dan tiriskan.
- Kupang krispy siap
dinikmati selagi hangat dengan saus sambal atau saus favorit.
Kupang krispy
memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di masa depan. Dengan terus
berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman, kupang krispy dapat menjadi
camilan yang semakin digemari oleh masyarakat luas. Hal ini akan membantu
menjaga tradisi pengolahan kupang di Kampung Kupang dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat.
Comments
Post a Comment